Dalam 1 Minggu, Baiknya Berapa Artkel Baru yang Dipublish?

05Jun, 2020

Standarnya jangka waktu menambah konten, 1 minggu sekali atau bagaimana? Dan untuk artikel yang bagus minimal berapa kata?


Jumlah Postingan Per Minggu yang Disarankan

Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ini dari 2 sisi, yaitu dari analisa website-website besar yang menguasai halaman satu Google untuk berbagai keyword dan dari sisi pengalaman pribadi, optimasi yang kami lakukan selama ini.


Analisa Web Besar Penguasa Mesin Pencari

Saya termasuk orang yang sangat senang menganalisa sesuatu, tidak terkecuali dengan teknik SEO. Dan gaya belajar saya belakangan ini dari pada harus mempelajari materi SEO dengan mengikuti kursus, seminar atau lainnya saya lebih senang menganalisa lanngsung.

Termasuk untuk mengetahui standar jumlah postingan terbaik per minggu yang lebih disukai mesin pencari Google.

Berkaca dari website-website besar, seperti website marketplace ataupun website berita, kenapa mereka bisa menguasai halaman pencarian Google untuk banyak kata kunci, salah satu penyebabnya adalah rutin melakukan postingan konten.

Bagi mereka standarnya bukan lagi seminggu harus berapa artikel, seminggu harus berapa konten tapi lebih ke sehari harus berapa artikel atau sehari harus berapa konten yang di-publish.

Bukan lagi bicara 1-2 artikel perhari, tapi lebih ke belasan sampai puluhan artikel dalam sehari. Tentu dengan berbagai strategi yang mereka lakukan.

Ada yang merekrut banyak content creator seperti website-website berita, ada juga yang melibatkan user mereka untuk memproduksi konten seperti yang dilakukan marketplace.

Sampai di sini jelas ya, standar mereka bukan lagi per minggu harus berapa konten tapi per hari harus berapa konten. Semakin banyak tentu semakin baik.

Permasalahannya untuk Anda yang saat ini masih single fighter tentu hal ini sulit dilakukan, jangankan produksi belasan sampai puluhan konten sehari, postingan seminggu sekali saja sepertinya sudah sangat sulit.


Pengalaman Pribadi dalam Mengoptimasi Website

Jika hal di atas sulit Anda lakukan maka Anda bisa mengikuti standar yang saya dan tim lakukan dalam mengoptimasi website-website kami dan website klien.

Hanya saja tentu hasilnya tidak bisa dibandingkan dengan website-website berita dan marketplace, jangan bermimpi bisa mengalahkan marketplace kalau Anda tidak bisa memproduksi konten secara rutin dalam jumlah yang banyak seperti yang dilakukan marketplace.

Oke lupakan marketplace dan fokus pada website Anda.

Walau mungkin tidak bisa mengalahkan marketplace, cara yang kamil akukan cukup efektif untuk mendatangkan traffic dan menghasilkan penjualan.

Namun syarat utamanya adalah fokus pada nice yang lebih spesifik.

Jadi, jika Anda menjual berbagai macam produk dari berbagai nice, atau jika website Anda membahas berbagai macam nice. Pecahlah nice – nice tadi menjadi beberapa website. Satu nice spesifik satu website, ini jauh lebih mudah.

Atau jika tetap memaksakan satu website untuk berbagai nice, maka lakukanlah secara bertahap. Di awal fokus dulu pada satu nice spesifik, setelah ini berhasil baru dilanjutkan ke nice lainnya.

Setelah melakukan ini baru Anda bisa mengikuti apa yang kami lakukan terutama terkait jumlah posting per hari atau per minggu.

Berdasarkan apa yang kami kerjakan di lapangan, untuk menjawab ini kami membagi lagi ke dalam dua kategori. Yaitu untuk website baru dan untuk website lama.


Untuk Website Baru

Jika website Anda baru saja dibuat, website tersebut membutuhkan lebih banyak konten dari pada website yang sudah lama. Biasanya yang kami lakukan posting minimal satu konten per hari.

Berapa lama hal ini dilakukan?

Minimal sampai 1 bulan, jadi selama 1 bulan Anda posting rutin satu hari satu konten dengan spesifik.

Biasanya dengan melakukan ini saja secara rutin tanpa putus setiap hari minimal satu konten, di hari ke-30 sudah ada keyword yang masuk halaman satu Google.

Satu konten per hari ini minimal ya dan tidak boleh putus, jika memungkinkan dua konten atau tiga konten per hari jauh lebih baik.


Untuk Website Lama

Sedangkan untuk website lama yang sudah berumur apalagi tahunan, perlakuannya berbeda tergantung dari total konten yang ada saat itu.

Jika kontennya sudah cukup banyak setidaknya lebih dari 50 konten, untuk maintance agar peringkatnya tidak turun atau menaikkan sebuah kata kunci cukup memposting 2-3  konten per minggu.

Jika kontennya di bawah 50, lakukan seperti website baru.

Sebelum rangkaian update algoritma Google di tahun 2019  hingga awal tahun 2020 ini, ketika website berhasil naik ke halaman satu Google biasanya saya akan biarkan website tersebut, tidak pernah lagi posting konten baru, peringkatnya cenderung tetap (tidak naik tidak turun).

Tapi di tahun 2020, hal ini tidak bisa lagi dilakukan. Beberapa kali saya melakukan uji coba di berbagai website, 1-2 minggu membiarkan website tanpa postingan baru alhasil peringkatnya drop. Tidak semua, tapi sebagian besar demikian.


Jumlah Kata Per Postingan

Berikutnya pertannyaan ke dua yaitu beberapa jumlah kata per postigan?

Oke! Untuk jumlah kata, berdasarkan uji coba beberapa bulan terakhir diperlukan lebih dari 1.000 kata. Dengan jumlah ini maka akan lebih mudah tembus halaman satu Google dibandingkan dengan konten yang memiliki jumleh kata yang lebih sedikit.

Sekali lagi ini berdasakan uji coba saya, bisa jadi hasilnya berbeda dengan pakar SEO atau praktisi SEO lainya.

Ini juga mengacu pada perkataan dari Google sendiri yaitu Google menyukai konten yang menuliskan suatu pembahasan secara lengkap dan tuntas.

Google menginginkan ketika user mencari sesuatu di halaman pencarian mereka kemudian menemukan website Anda, maka mereka akan menemukan informasi yang mereka butuhkan secara lengkap.

Sehingga user tidak perlu kembali ke halaman pencarian untuk membuka website lainnya. Pencarian user putus atau selesai di website Anda.

Tentu untuk menyajikan konten yang membahas secara lengkap dan tuntas, Anda perlu konten yang cukup panjang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *